Lampung Selatan — Dua mahasiswa Program Studi Agronomi dan Hortikultura Universitas Lampung, Dimas Ferdiansyah (AGH2019) dan Hafiz Einstein (AGH 2023), turut berpartisipasi dalam kegiatan Sustainability Awareness Days #2 yang dilaksanakan pada 9–10 Mei 2026 di Lampung Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program HARVEST Unila, sebuah inisiatif pembelajaran kolaboratif yang mendorong penguatan kesadaran dan kapasitas mahasiswa terhadap isu keberlanjutan, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
HARVEST Unila merupakan bagian dari HARVEST Project, sebuah program kerja sama yang didukung Uni Eropa dan berfokus pada penguatan peran perguruan tinggi dalam memimpin transisi menuju pembangunan berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu didorong untuk memperdalam pemahaman mengenai ketahanan pangan, hak-hak pertanian, serta kelestarian lingkungan melalui proses pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman lapangan.
Kegiatan Sustainability Awareness Days #2 terdiri atas dua agenda utama, yakni Field Trip dan Seminar, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung sekaligus ruang refleksi akademik bagi para peserta. Pada kegiatan Field Trip yang berlangsung selama dua hari satu malam, para peserta diajak terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari praktik pertanian berkelanjutan bersama masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Dimas dan Hafiz bersama peserta lainnya mengamati berbagai proses pertanian organik, mulai dari pengelolaan lahan, teknik budidaya, hingga pemanfaatan hasil pertanian secara berkelanjutan. Selain itu, peserta juga mempelajari bagaimana kelembagaan petani dibangun melalui kerja sama komunitas serta bagaimana penerapan sistem agroforestri menjadi salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bahwa pertanian bukan semata-mata tentang hasil panen, melainkan sebuah sistem yang melibatkan keterkaitan erat antara manusia, lingkungan, budaya, dan keberlanjutan ekosistem. Sementara itu, agenda Seminar menjadi ruang diskusi dan refleksi lintas disiplin yang mempertemukan berbagai sudut pandang terkait isu pertanian dan keberlanjutan. Dalam forum ini, peserta diajak untuk menganalisis tantangan ketahanan pangan berdasarkan latar belakang keilmuan masing-masing.
Diskusi menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian semata, tetapi juga erat hubungannya dengan aspek sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kebijakan publik. Seminar ini juga mengangkat pentingnya diversifikasi pangan lokal sebagai salah satu strategi membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas pangan tertentu.
Partisipasi Dimas Ferdiansyah dan Hafiz Einstein dalam Sustainability Awareness Days #2 diharapkan dapat memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat peran mahasiswa Agronomi dan Hortikultura sebagai agen perubahan dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan di masa depan.




