Jurusan Agronomi dan Hortikultura Unila Bersama Universiti Kebangsaan Malaysia Gelar Pengabdian Internasional untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Perubahan Iklim

Tanggamus – Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional di Pekon Margodadi, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Enhancing Farmers’ Climate Change Awareness and Adaptive Strategies to Strengthen Food Security under Dry Season Conditions” sebagai bentuk komitmen akademisi dalam mendukung peningkatan kapasitas petani menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya dalam menghadapi tantangan el nino godzila yang diprediksi akan terjadi pada tahun ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional antara Jurusan Agronomi dan Hortikultura Unila dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, yang bertujuan memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, para petani memperoleh wawasan ilmiah dan strategi praktis untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Siti Norliyana Harun memaparkan materi mengenai pengendalian perubahan iklim dan dampaknya terhadap sektor pertanian. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai fenomena perubahan iklim global yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian, seperti peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, hingga meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem. Dr. Siti Norliyana menekankan pentingnya peningkatan kesadaran petani terhadap perubahan iklim serta perlunya penerapan strategi adaptasi berbasis ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Tumiar Katarina B. Manik menyampaikan materi bertajuk “Cetak Biru Pertanian Tangguh: Membangun Ekosistem Tahan Iklim Menghadapi Ancaman Cuaca Ekstrem.” Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya pembangunan sistem pertanian yang terintegrasi dan adaptif melalui penguatan tata kelola sumber daya alam, inovasi teknologi budidaya, pengelolaan air yang efisien, serta kolaborasi multipihak. Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, sektor pertanian diharapkan mampu bertahan bahkan berkembang di tengah tantangan iklim yang terus berubah.

Antusiasme masyarakat, khususnya para petani di Pekon Margodadi, terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Sesi diskusi interaktif dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan pertanian yang mereka hadapi, mulai dari penurunan produktivitas akibat musim kemarau, peningkatan serangan hama akibat perubahan iklim, hingga strategi efisiensi penggunaan air pada lahan pertanian.  Melalui kegiatan pengabdian internasional ini, Jurusan Agronomi dan Hortikultura Unila berharap terjalin transfer pengetahuan yang berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya sistem pertanian yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim global.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial