Penelitian & Pengabdian

Dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan budidaya tanaman kakao, Mahasiswa dari Jurusan Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Chintya Nur Ramadhani (2214161008) melaksanakan penelitian berjudul “Respon Pertumbuhan Bibit Half-Sib Kakao MCC02 terhadap Aplikasi Pupuk Kompos Aerob dan Pupuk Anorganik di Pembibitan.”

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan bibit kakao unggul MCC02, yang dikenal memiliki potensi hasil tinggi dan ketahanan terhadap penyakit. Kegiatan penelitian dilaksanakan di rumah pembibitan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penggunaan pupuk kompos aerob diharapkan dapat memperbaiki struktur media tanam serta meningkatkan ketersediaan unsur hara pada media pembibitan, sementara pupuk anorganik berperan sebagai sumber hara makro yang cepat tersedia bagi tanaman. Kombinasi keduanya diharapkan mampu memberikan hasil pertumbuhan yang optimal bagi bibit kakao.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan pemupukan di tahap pembibitan kakao, sehingga bibit yang dihasilkan memiliki vigor tinggi, siap tanam, dan mampu tumbuh optimal di lapangan. Selain itu, penggunaan kompos aerob yang ramah lingkungan sejalan dengan upaya pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan petani dan pelaku industri kakao dapat mengadopsi teknologi pemupukan terpadu yang efisien dan berwawasan lingkungan dalam kegiatan pembibitan kakao MCC02.

Bandar Lampung, — Tim dosen dari Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Budidaya Anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis serta Diseminasi Penggunaan Stimulan Flower Inducer”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Biotek 1 Gedung Bioteknologi FP Unila dan Rumah Kaca Anggrek Universitas Lampung, Sabtu, 13 September 2025.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Yusnita dan beranggotakan Prof. Dr. Dwi Hapsoro, Dr. Sri Rahmadiana, serta Hayane Adeline Warganegara, M.Si., dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Agronomi dan Hortikultura. Peserta kegiatan merupakan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kampung Agrowisata Sinar Harapan, Bandar Lampung, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti anggrek.

Peserta memperoleh pengetahuan teoritis mengenai morfologi, kebutuhan lingkungan tumbuh, dan teknik perawatan pada anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis, yang disampaikan di ruang Biotek 1. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di rumah kaca anggrek Unila, di mana peserta belajar teknik pemeliharaan, pemindahan bibit, hingga penyemprotan stimulan pembungaan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Anggota KWT aktif berdiskusi, mencoba praktik budidaya, dan menyampaikan pengalaman mereka dalam menanam tanaman hias di lahan pekarangan.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi terbuka dan penyerahan paket bibit anggrek serta stimulan flower inducer kepada perwakilan KWT. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul sinergi berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat dalam pengembangan hortikultura, khususnya tanaman hias unggulan yang dapat meningkatkan ekonomi kreatif berbasis pertanian perkotaan di Bandar Lampung.

Bandar Lampung – Kebun penelitian singkong mukibat menjadi pusat perhatian pada kunjungan kerja yang dilakukan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung bersama Rektor Universitas Lampung (Unila) pada Selasa (01/10/2025). Kunjungan tersebut menyoroti hasil riset unggulan Prof. Setyo Dwi Utomo, guru besar Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unila, yang berhasil mengembangkan singkong mukibat melalui teknik grafting.

Singkong mukibat merupakan hasil penyambungan antara singkong klon Garuda (Manihot esculenta) sebagai batang bawah dan singkong karet (Manihot glaziovii) sebagai batang atas. Inovasi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas singkong secara signifikan. Bila rata-rata produksi singkong di Lampung hanya berkisar 24–26 ton per hektar, singkong mukibat mampu mencapai produksi hingga 240 ton per hektar, atau hampir sepuluh kali lipat lebih tinggi.

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi petani singkong di Lampung. Dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi, singkong mukibat diyakini berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu sentra singkong nasional.

Source video: dinas.kptph.lampung (Instagram)

Pada tanggal 27 Juni 2024, kelompok tani Makmur Jaya di Desa Karang Sari, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus, Provinsi Lampung, menjadi tuan rumah kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Praktik Pertanian Organik Tanaman Lada Melalui Penggunaan Biokompos”. Acara ini, yang didanai oleh DIPA Fakultas Pertanian 2024, dilaksanakan oleh tim dari Jurusan Agronomi dan Hortkultura, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang terdiri dari Ir. Maria Viva Rini, M.Sc., Ph.D., Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., Prof. Dr. Ir. Rusdi Evizal, M.S., Ryano Ramires, S.P., M.P., dan Hayane Adeline W., S.P., M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan biokompos sebagai solusi untuk perbaikan tanah dan peningkatan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit busuk pangkal batang. Dosen muda Fakultas Pertanian, Husna Fii K. Jannah, S.P., M.P., serta mahasiswa jurusan Agronomi dan Hortikultura, seperti Andhika, turut serta dalam acara ini untuk memberikan dukungan dan bimbingan langsung kepada kelompok petani setempat.

Dalam pelatihan ini, para peserta belajar tentang pembuatan dan aplikasi biokompos yang efektif untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan serta ketahanan tanaman lada. Materi yang disampaikan meliputi teknik-teknik pembuatan biokompos, manfaat ekologisnya, serta cara mengintegrasikan biokompos dalam sistem pertanian untuk melawan busuk pangkal batang lada. Dengan pendekatan ini, diharapkan petani dapat mengatasi masalah kesehatan tanaman dan tanah  secara lebih berkelanjutan, serta meningkatkan produksi lada mereka. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan para petani tetapi juga mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat, serta membuka jalan bagi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan di desa Makmur Jaya.

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial