Lampung Tengah, 8 November 2025 — Sebanyak 70 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura (HIMAGRHO) Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) mengikuti kegiatan field trip ke PT Tunas Baru Lampung (TBL) dan PT Adi Karya Gemilang (AKG), Lampung Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unila, Ketua Jurusan Agronomi dan Hortikultura, Pembina HIMAGRHO, serta dosen pendamping.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dan pemahaman menyeluruh mengenai sistem produksi tebu dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan tebu menjadi gula kristal putih. Di PT Tunas Baru Lampung, peserta diajak melihat secara langsung proses budidaya tebu di lahan perkebunan perusahaan. Mahasiswa mempelajari tahapan teknis mulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman, hingga sistem panen tebu yang efisien dan berkelanjutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke PT Adi Karya Gemilang (AKG), di mana peserta menyaksikan proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai alur pengolahan, mulai dari penggilingan, pemurnian nira, penguapan, kristalisasi, hingga pengemasan gula.
Melalui field trip ini, mahasiswa HIMAGRHO diharapkan dapat memperluas wawasan, memperdalam keterampilan praktis, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam pengembangan agroindustri tebu yang berdaya saing tinggi di Indonesia.

Kegiatan HIMAGRHO Mengabdi yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Universitas Lampung mengusung tema “Pemanfaatan Pekarangan Rumah dan Pembuatan Pestisida Nabati Untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan.” Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, 21–22 Juni 2025, bertempat di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Merupakan program kerja dari bidang Hubungan Masyarakat (HUMAS), kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari berbagai pihak, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan pekarangan dan pembuatan pestisida nabati, sesi diskusi, serta praktik langsung pembuatan dan pengaplikasian pestisida alami. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bibit tanaman sayur kepada masyarakat, sesi diskusi interaktif, penutupan, dan penyerahan cinderamata. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, kegiatan berjalan dengan lancar dan disambut antusias oleh warga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaktualisasikan pengetahuan akademiknya dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta memberikan edukasi dan keterampilan praktis mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan dan penggunaan pestisida alami sebagai langkah menuju pertanian keluarga yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.











